Apa Itu Fesmed Selat Malaka 2026
Festival Media Selat Malaka adalah kegiatan yang dirancang sebagai platform kolaborasi strategis yang mempertemukan insan pers, media, masyarakat sipil,
aktivis, akademisi, komunitas lokal, mahasiswa hingga pemangku
kepentingan.
Festival ini memadukan banyak kegiatan seperti seminar dan sebaigainya. Yang mana, media tidak diposisikan hanya sebagai penyampai informasi, tetapi sebagai aktor pembangunan sosial, lingkungan, dan demokrasi
Seminar Nasional dan Internasional
Dialog Masyarakat
Bazaar
Pentas Seni dan Budaya
Workshop Peningkatan Kapasitas dan Konsolidasi Lintas Jaringan
Milestone Festival Media
Fesmed Selat Malaka sudah diadakan sejak lama, berikut beberapa Milestone dari Fesmed yang pernah kami adakan di berbagai daerah di Indonesia.

Gedung Indonesia Menggugat

Gedung Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjosumantri Universitas Gadjah Mada

Jatim Expo International

Universitas Atma Jaya

Perpustakaan Soeman HS

Graha Soloraya


Aula Balai Diklat Provinsi Jambi
Perpustakaan Soeman HS

Benteng Ujung Pandang
Penyelenggara
Fesmed Selat Malaka
Fesmed Selat Malaka diselenggarakan oleh
Aji Indonesia, Aji Batam, & Aji Tanjungpinang
Aliansi Jurnalis Independen (AJI) adalah organisasi jurnalis nasional yang berdiri sejak 7 Agustus 1994, lahir dari perjuangan kebebasan pers dan hak publik atas informasi. Selama lebih dari 30 tahun, AJI secara konsisten mendorong
jurnalisme independen, profesional, dan berpihak pada kepentingan publik
Fesmed Selat Malaka 2026 merupakan bagian dari rangkaian agenda AJI Nasional tersebut, dengan konteks lokal Selat Malaka yang strategis sebagai jalur perlintasan informasi, budaya, dan ekonomi.
Acara ini direncanakan akan dihadiri oleh perwakilan AJI dari berbagai provinsi di Indonesia, pengurus nasional AJI, jurnalis media nasional dan lokal, serta mitra lintas sektor
Kenapa Selat Malaka Penting?
Selat Malaka merupakan salah satu jalur pelayaran tersibuk dan paling strategis di dunia yang menghubungkan Samudra Hindia dan Laut Cina Selatan. Kawasan ini tidak hanya menjadi simpul perdagangan
global, tetapi juga ruang pertemuan peradaban, budaya,migrasi, serta pertukaran ide lintas bangsa.
Batam dan Tanjungpinang, sebagai wilayah yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka, berada di titik depan arus global tersebut. Wilayah ini tidak hanya menghadapi isu kejahatan transnasional seperti perdagangan orang, narkoba, penyelundupan, dan illegal fishing, tetapi juga persoalan yang jauh lebih luas dan struktural
Pulau-pulau kecil di Kepulauan Riau menghadapi ancaman serius akibat perubahan iklim, abrasi, kenaikan muka air laut, eksploitasi sumber daya alam, pertambangan, serta dampak pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang mengubah ruang hidup masyarakat pesisir dan adat.
Di saat yang sama, kawasan ini juga menyimpan potensi
besar: ekonomi biru, transisi energi, pariwisata berkelanjutan, kebudayaan maritim, diplomasi kawasan, dan penguatan masyarakat pesisir.
Selat Malaka dengan demikian bukan hanya ruang risiko, tetapi juga ruang masa depan. Ruang hidup yang mempertemukan tantangan global dan peluang pembangunan berkelanjutan
Tujuan Fesmed Selat Malaka
Bukan tanpa tujuan, Fesmed Selat Malaka dibuat untuk berbagai maksud, diantaranya:
